TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Manajemen Kelas
Di Susun Oleh :
ULVI AULIA
1620250
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019
A. KONSEP MANAJEMEN KELAS
Manajemen kelas adalah ketentuan dan prosedur yang diperlukan guna menciptakan dan memelihara lingkungan tempat terjadi kegiatan belajar dan mengajar. Manajemen kelas juga dapat diartikan sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam meminimalkan gangguan (Hasri, 2009:41).
Manajemen Kelas merupakan usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di kelas.
Berikut ini beberapa pengertian manajemen kelas dari beberapa sumber referensi buku:
- Menurut Nawawi (1982:115), manajemen kelas adalah kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
- Menurut Arikunto (1992:67), manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung-jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapainya kondisi yang optimal, sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
B. TUJUAN MANAJEMEN KELAS
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).
Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut (Wijaya dan Rusyan, 1994:114):
- Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
- Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
- Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Sedangkan menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:
- Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.
- Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar.
- Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas.
- Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.
C. PROSES MANAJEMEN KELAS
Proses dalam penyelenggaraan manajemen kelas yaitu:
Perencanaan
1. Tujuan, manfaat, hasil yang dicapai sasaran yang dirumuskan secara jelas
2. Pedoman manajemen kelas disusun secara jelas dan dapat diaplikasikan oleh pengguna
3. Standar kinerja guru yang disusun dapat diaplikasikan oleh pengguna
4. Standar kinerja guru yang disusumn dapat diaplikasikan dan terukur
5. Sumber daya utama dan pendukung perlaksana pembelajaran di kelas dipersiapkan sedemikian rupa untuk pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien
Pelaksanaan
1. Satuan waktu pelajaran ditetapkan sesuai dengan substansi dan tujuan kegiatan
2. Penentuan sumber daya disesuaikan dengan substansi dan tujuan kegiatan pembelajaran
3. Alokasi sumber daya kelas didasari atas pertimbangan efisiensi dan efektivitas
4. Implementasi program pembelajaran di kelas konsisten dengan perencanaan yang telah dibuat
Evaluasi
1. Instrumen evaluasi pembelajaran disusun sesuai dengan tujuan dan cakupan substansi kegiatan
2. Untuk kegiatan pembelajaran tertentu, evaluasi mencakup pre-test untuk mengukur nilai tambah setiap sesi pembelajaran
3. Dilakukan analisis kesenjangan antara kompetensi dan kinerja yang diharapkan dengan nyata
4. Setiap kegiatan dievaluasi pembelajaran dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terutama kepala sekolah, staf, orangtua dan siswa
Tindak lanjut
1. Hasil evaluasi menjadi acuan penyempurnaan program pembelajaran dan manajemen kelas
2. Hasil evaluasi menjadi acuan perencanaan baru program pembelajaran dan manajemen kelas
D. STRATEGI MANAJEMEN KELAS
Strategi manajemen kelas adalah polas atau siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar secara optimal, aktif dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi manajemen kelas adalah kegiatan menciptakan, mempertahankan, dan mengembalikan kondisi yang optimal dalam proses pembelajran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Ragam strategi manajemen kelas meliputi:
1. Penataan Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar dikelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat diklasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial.
Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yag diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, guru, serta lingkugan sekitar.
2. Cara Pengajaran Guru
Dalam rangka memelihara kondisi dan suana belajar yang kondusif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. karena mengaja adalah hal kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai berbagai strategi dan perspektif dan dapat serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel.dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pembelajaran, strategi pelajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas, keahlian motivasial, keahlian komunikasi, dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi pembelajaran seperti:
a) Strategi pemblejaran seluruh kelas
b) Strategi pembelajaran kelompok kecil
c) Strategi pembelajaran dengan bekerja berpasangan
d) Strategi pembealajarn individu
3. Pengaturan Perilaku dan Pemberian Motivasi kepada Siswa
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan kan lingkungan dimana siswa berinteraksi, diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya, seringkali muncul perilaku siswa yang mengganggu kondisi kelas. Oleh karena itu, guru dapat menerapkan sistem reward dan punishment. Reward ataw penghargaan diberikan kepada siswa yang berprestasi dan berperilaku baik, sedangkan Punishment atau hukuman diberikan atau ditujukan kepada siswa yang melanggar peraturan. Reward dan Punishment berfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.
Seorang guru harus mempunyai strategi untuk memotivasi siswa-siswa dalam pembelajaran. Menurut Chatarina ada beberapa strategi motivasi belajar siswa antara lain:
a) Membangkitkan minat belajar
b) Mendorong rasa ingin tahu
c) Menggunakan variasi metode penyajian menarik
d) Membantu siswa dalam merumuskan tujuan pembelajaran.
Proses dalam penyelenggaraan manajemen kelas yaitu:
Perencanaan
1. Tujuan, manfaat, hasil yang dicapai sasaran yang dirumuskan secara jelas
2. Pedoman manajemen kelas disusun secara jelas dan dapat diaplikasikan oleh pengguna
3. Standar kinerja guru yang disusun dapat diaplikasikan oleh pengguna
4. Standar kinerja guru yang disusumn dapat diaplikasikan dan terukur
5. Sumber daya utama dan pendukung perlaksana pembelajaran di kelas dipersiapkan sedemikian rupa untuk pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien
Pelaksanaan
1. Satuan waktu pelajaran ditetapkan sesuai dengan substansi dan tujuan kegiatan
2. Penentuan sumber daya disesuaikan dengan substansi dan tujuan kegiatan pembelajaran
3. Alokasi sumber daya kelas didasari atas pertimbangan efisiensi dan efektivitas
4. Implementasi program pembelajaran di kelas konsisten dengan perencanaan yang telah dibuat
Evaluasi
1. Instrumen evaluasi pembelajaran disusun sesuai dengan tujuan dan cakupan substansi kegiatan
2. Untuk kegiatan pembelajaran tertentu, evaluasi mencakup pre-test untuk mengukur nilai tambah setiap sesi pembelajaran
3. Dilakukan analisis kesenjangan antara kompetensi dan kinerja yang diharapkan dengan nyata
4. Setiap kegiatan dievaluasi pembelajaran dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terutama kepala sekolah, staf, orangtua dan siswa
Tindak lanjut
1. Hasil evaluasi menjadi acuan penyempurnaan program pembelajaran dan manajemen kelas
2. Hasil evaluasi menjadi acuan perencanaan baru program pembelajaran dan manajemen kelas
D. STRATEGI MANAJEMEN KELAS
Strategi manajemen kelas adalah polas atau siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar secara optimal, aktif dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi manajemen kelas adalah kegiatan menciptakan, mempertahankan, dan mengembalikan kondisi yang optimal dalam proses pembelajran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Ragam strategi manajemen kelas meliputi:
1. Penataan Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar dikelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat diklasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial.
Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yag diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, guru, serta lingkugan sekitar.
2. Cara Pengajaran Guru
Dalam rangka memelihara kondisi dan suana belajar yang kondusif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. karena mengaja adalah hal kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai berbagai strategi dan perspektif dan dapat serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel.dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pembelajaran, strategi pelajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas, keahlian motivasial, keahlian komunikasi, dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi pembelajaran seperti:
a) Strategi pemblejaran seluruh kelas
b) Strategi pembelajaran kelompok kecil
c) Strategi pembelajaran dengan bekerja berpasangan
d) Strategi pembealajarn individu
3. Pengaturan Perilaku dan Pemberian Motivasi kepada Siswa
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan kan lingkungan dimana siswa berinteraksi, diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya, seringkali muncul perilaku siswa yang mengganggu kondisi kelas. Oleh karena itu, guru dapat menerapkan sistem reward dan punishment. Reward ataw penghargaan diberikan kepada siswa yang berprestasi dan berperilaku baik, sedangkan Punishment atau hukuman diberikan atau ditujukan kepada siswa yang melanggar peraturan. Reward dan Punishment berfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.
Seorang guru harus mempunyai strategi untuk memotivasi siswa-siswa dalam pembelajaran. Menurut Chatarina ada beberapa strategi motivasi belajar siswa antara lain:
a) Membangkitkan minat belajar
b) Mendorong rasa ingin tahu
c) Menggunakan variasi metode penyajian menarik
d) Membantu siswa dalam merumuskan tujuan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Hasri, Salfen. 2009. Sekolah Efektif dan Guru Efektif. Yogyakarta: Aditya Media Printing and Publising.
Nawawi, Hadari. 1982. Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas Sebagai Lembaga Pendidikan. Jakarta : Gunung Agung.
Arikunto, Suharsimi. 1992. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta: Rajawali Pers.
erlunya kemampuan mengelola kelas yang dimiliki oleh seorang
guru karena pembelajaran adalah proses membantu siswa belajar, yang
ditandai dengan perubahan perilaku baik dalam aspek kognitif maupun
psikomotorik.
(Sunaryo dan Nyoman, 1996: 75)
Dampak pembelajaran dapat dibedakan ke dalam bentuk langsung
atau proses interaksi antara guru dan peserta didik, antara peserta didik
dengan i
klim atau suasana belajar yang dikembangkan. Hal ini diperlukan
supaya sistematik yang berkaitan dengan pengembangan lingkungan belajar
yang diciptakan oleh guru agar tujuan pembelajaran tercapai.
Sunaryo dan Nyoman Dantes (1996/a1997a:75) menyebutkan:
“D
ampak pembelajaran dapat dibedakan ke dalam dampak langsung atau
dampak in
s
truksional dan dampak tak langsung atau dampak kegiatan
pembelajaran yang telah diprogramkan semula. Sedangkan dampak iringan
muncul sebagai pengaruh dari atau terjadi sebagai penga
laman dari
lingkungan belajar.”
Tampak jelas bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran
yang tidak semata
-
mata memberikan dampak in
s
truksional, tetapi juga
memberikan dampak iringan positif.
Proses pembelajaran akan selalu berlangsung dalam suatu
adegan
kelas. Adegan kelas itu perlu diciptakan dan dikembangkan menjadi wahana
bagi berlangsungnya pembelajaran yang efektif. Hal ini tentu saja harus
didukung oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas.
erlunya kemampuan mengelola kelas yang dimiliki oleh seorang
guru karena pembelajaran adalah proses membantu siswa belajar, yang
ditandai dengan perubahan perilaku baik dalam aspek kognitif maupun
psikomotorik.
(Sunaryo dan Nyoman, 1996: 75)
Dampak pembelajaran dapat dibedakan ke dalam bentuk langsung
atau proses interaksi antara guru dan peserta didik, antara peserta didik
dengan i
klim atau suasana belajar yang dikembangkan. Hal ini diperlukan
supaya sistematik yang berkaitan dengan pengembangan lingkungan belajar
yang diciptakan oleh guru agar tujuan pembelajaran tercapai.
Sunaryo dan Nyoman Dantes (1996/a1997a:75) menyebutkan:
“D
ampak pembelajaran dapat dibedakan ke dalam dampak langsung atau
dampak in
s
truksional dan dampak tak langsung atau dampak kegiatan
pembelajaran yang telah diprogramkan semula. Sedangkan dampak iringan
muncul sebagai pengaruh dari atau terjadi sebagai penga
laman dari
lingkungan belajar.”
Tampak jelas bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran
yang tidak semata
-
mata memberikan dampak in
s
truksional, tetapi juga
memberikan dampak iringan positif.
Proses pembelajaran akan selalu berlangsung dalam suatu
adegan
kelas. Adegan kelas itu perlu diciptakan dan dikembangkan menjadi wahana
bagi berlangsungnya pembelajaran yang efektif. Hal ini tentu saja harus
didukung oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas.

Sangat membantu, terimakasih
BalasHapusTerimakasih
HapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusTerimakasih
HapusTerimakasih, karya tulisnya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusbagus sekali
BalasHapusTerimakasih
Hapusmenambah wawasan saya..keren
BalasHapusTerimakasih
HapusBagus kak
BalasHapusTerimakasih
HapusTerimakasih
BalasHapus