Langsung ke konten utama

Presentasi kelompok 4


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD

Tentang
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS




Di Susun Oleh :

ULVI AULIA
1620250


Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.Pd

PROGRAM  STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019


A. PENGERTIAN PRINSIP DALAM MANAJEMEN KELAS
       Prinsip menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah Asas, Dasar.
    Manajemen kelas terdiri dari dua kata yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu “Management” yang di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. Arti dari Manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaaan sumber daya secara efektif untuk mencapai  tujuan atau sasaran yang diinginkan.Sedangkan untuk pengertian kelas, penyusun mengambil pendapat dari Hadari Nawawi. Beliau menyatakan pengertian kelas dalam arti sempit dan luas. Berikut pendapatnya:
1.  Kelas dalam arti sempit: ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti Proses Belajar Mengajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing.
2.   Kelas dalam arti luas: suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.[3]
Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud kelas adalah ruangan belajar yang digunakan untuk belajar oleh sekelompok orang dalam waktu sama, tingkatan sama, pelajaran yang sama dan dari guru yang sama.

      Dari pengertian manajemen dan kelas diatas, beberapa para ahli berpendapat tentang pengertian manajemen kelas yaitu:
1.    Menurut DR. Hadari Nawawi
Manajemen Kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas  yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. 
2.    Drs. Syaiful Bahri Djamarah
Manajemen  Kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.” 
Jadi dapat disimpulkan pengertian manajemen kelas adalah program yang dibuat oleh guru untuk mendayagunakan  secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yaitu: guru, murid dan proses. Sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai secara efektif dan efesien serta mengantisipasi masalah-masalah yang kemungkinan terjadi.

         Setelah mengetahui pengertian prinsip dan manajemen kelas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan  prinsip manajemen kelas adalah acuan yang memiliki pokok dasar berfikir atau bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.

B. PERMASALAHAN DALAM PRINSIP MANAJEMEN KELAS
      Berhasilnya manajemen kelas dalam mendukung pencapaian tujuan proses belajar siswa, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu “faktor-faktor yang melekat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, serta dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru” (Karwati dan Priansya, 2014: 31-32).Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas:
1. Tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas.
2.  Fasilitas yang diperlukan.
3.  Kondisi siswa.

4.  Teknik mengajar guru.

C. KEBIJAKAN TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
    Kegiatan yang bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :
a.  Mengidentifikasi masalah
Pada langkah ini, guru mengenal atau mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar masalah tersebut guru mengidentifikasi jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.

b.  Menganalisis masalah
Pada langkah ini, guru menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang dan sumber-sumber dari penyimpangan itu.Selanjutnya menentukan alternatif-alternatif penanggulangannya.

c.   Menilai alternatif-alternatif pemecahan
Pada langkah ini guru menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam menanggulangi masalah.

d.    Mendapatkan balikan
Pada langkah ini guru melaksanakan monitoring, dengan maksud menilai keampuhan pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilihuntuk mencapai sasaran yang sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas balik ini dapat dilaksanakan  dengan ngadakan pertemuan dengan para peserta didik.Maksud pertemuan perlu dijelaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan, semata-mata untuk perbaikan, baik untuk peserta didik maupun sekolah.






DAFTAR PUSTAKA

Asep suryana. 2006. Bahan belajar mandiri Manajemen kelas. Universitas Pendidikan
Indonesia.

M. Entang, T raka Joni an Prayitno.(1985). Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud

Komentar

Posting Komentar